9 Alasan Kenapa Windows Sering Crash

9-alasan-windows-crash
Bagikan Artikel Ini
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on telegram
Share on email
Share on print

Windows sering crash, freeze, atau mengalami BSOD? Beberapa alasan berikut ini adalah penyebab yang paling umum dalam menyebabkan hal itu terjadi.

Saat kita sedang asik main game, atau sedang mengerjakan tugas yang sudah masuk waktu deadline, tiba-tiba Windows mengalami freeze, crash, dan muncul BSOD (Blue Screen of Death) tentunya merupakan situasi yang sangat membuat kita frustasi, terutama kalau kita sedang berada di level yang krusial, atau tugas dan pekerjaan belum sempat disimpan.

Kalau Anda penasaran dan ingin mencari tahu penyebab di balik terjadinya crash tersebut, ada beberapa alasan yang paling sering menjadi biang keladi dari hal itu, yang sebaiknya Anda ketahui untuk segera dilakukan tindakan pencegahan dan atau perbaikan.

1. RAM atau Motherboard bermasalah

Penyebab yang cukup umum adalah adanya masalah pada RAM (Random Access Memory), yang ditandai dengan pesan “Fatal Exception Error”. Ini bisa berarti ada kerusakan pada satu, salah satu, atau beberapa stik RAM yang tertanam pada motherboard, atau bisa juga slot RAM kotor sehingga sering mati-nyala.

Untuk menguji kondisi RAM, Anda bisa menggunakan software memtest86 untuk melihat apakah ada kerusakan fisik atau tidak.

Bicara soal Motherboard, apabila RAM sudah dipastikan tidak ada masalah, maka bisa jadi yang mengalami kerusakan adalah pada komponen Motherboard, entah terlalu berdebu dan perlu dibersihkan, atau memang terjadi kerusakan fisik.

2. Driver bermasalah

Driver adalah software yang fungsinya untuk melakukan sinkronisasi antara perangkat fisik dengan Windows sehingga hardware bisa terdeteksi dan berjalan dengan lancar seperti yang seharusnya. Karenannya, setiap perangkat hardware umumnya memiliki software driver nya masing-masing kecuali beberapa perangkat yang secara default sudah terinstall drivernya di dalam Windows.

Adanya masalah pada driver ini bisa menyebabkan kesalahan saat mendeteksi hardware yang terpasang, sehingga terkadang akan timbul crash, freeze, atau muncul BSOD.

Cobalah pergi ke menu Driver Manager untuk melihat apakah ada driver yang memiliki ikon tanda seru, atau install ulang driver yang ada satu persatu, atau cari update terbaru dari driver tersebut di internet.

3. Hard disk bermasalah

Hard disk yang bermasalah juga bisa menjadi alasan penyebab Windows sering crash, karena semua file atau berkas yang terkait dengan Windows dan data-data lainnya tersimpan pada harddisk. Umumnya harddisk error akan ditandai dengan sistem yang sering mengalami freeze alias tidak responsif, tapi tidak BSOD juga, dan biasanya saat membuka File Exporer akan sangat lama, terutama pada drive yang menggunakan Harddisk tersebut.

4. Overheat atau Kepanasan

Masalah overheat atau kepanasan ini bisa dikarenakan berbagai macam faktor. Misalnya ruang dalam PC Anda terlalu berdebu, ventilasinya buruk, kipas pendingin mati, kipas processor mati, dan atau sudah waktunya pasta thermal CPU dioleskan ulang.

Sementara untuk laptop, kemungkinannya adalah bagian dalamnya sudah terlalu kotor sehingga menghambat alur udara, yang biasanya akan ditandai dengan laptop yang sering tiba-tiba mati sendiri.

5. Infeksi Malware

Infeksi dari virus atau malware juga sangat mungkin menyebabkan Windows sering crash. Ini karena virus atau Malware tersebut umumnya bekerja di belakang layar, misalnya membuat duplikat file terus menerus, mencoba mengakses internet atau aplikasi tanpa henti, yang menyebabkan beban kinerja PC atau laptop menjadi sangat berat dan akhirnya menyebabkan crash.

6. Kesalahan Registry

Windows memiliki sistem registry untuk mendaftarkan semua aplikasi, driver, dan perangkat yang terpasang, termasuk untuk fitur-fitur internalnya. Adanya kesalahan pada registry ini bisa disebabkan karena terlalu banyak software yang diinstall atau uninstall, dan beberapa dilakukan dengan tidak sempurna sehingga registry menjadi “berantakan.”

Apabila ini terjadi, opsi terbaik adalah dengan mereset Windows atau melakukan install ulang, dan sebaiknya jangan mengulang kebiasaan yang sama (terlalu banyak install-uninstall).

7. Konflik pada Software

Beberapa software membutuhkan spesifikasi PC atau laptop tertentu, yang apabila tidak terpenuhi, meskipun bisa diinstall dan berjalan pada awalnya, akan menyebabkan crash atau BSOD. Ini bisa juga diakibatkan oleh pemrograman software yang tidak sempurna, atau instalasi tidak sempurna.

Cobalah install ulang software yang bermasalah dan apabila masih terjadi crash, uninstall dan jangan gunakan lagi software tersebut.

8. PSU bermasalah

Crash pada Windows juga bisa dikarenakan asupan daya listrik yang disalurkan oleh Power Supply (PSU) kurang memadai, atau tegangan yang naik-turun di area Anda. Solusinya untuk tegangan naik turun adalah dengan menggunakan Stavolt, atau apabila karena kurang daya bisa diatasi dengan membeli PSU baru yang dayanya lebih besar.

Beberapa komponen memang membutuhkan asupan daya tertentu yang wajib dipenuhi, misalnya CPU, VGA Card, dan Harddisk (terutama kalau Anda menggunakan banyak hard disk).

9. Versi Windows sudah Tidak didukung

Terakhir, crash pada Windows juga bisa disebabkan oleh versi OS Windows yang sudah terlalu jadul dan tidak didukung lagi oleh Microsoft ataupun oleh driver-driver terbaru. Untuk ini solusi satu-satunya adalah dengan meng-upgrade versi Windows Anda ke yang lebih baru (saat ini versi windows terbaru adalah Windows 10).

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *