7 Ciri-ciri Motherboard yang Sudah Rusak

ciri-motherboard-rusak
Bagikan Artikel Ini
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on telegram
Share on email
Share on print

Berikut ini beberapa ciri-ciri motherboard rusak yang perlu untuk Anda ketahui supaya dapat segera dianalisa sebelum mengambil keputusan dan melakukan perbaikan yang kurang tepat.

Motherboard atau Papan Induk merupakan komponen komputer/PC yang sangat penting, dikarenakan komponen ini menjadi rumah serta fondasi bagi komponen-komponen utama lainnya seperti CPU, RAM, Power Supply, Hard disk, dan kartu grafis.

Karenanya apabila motherboard rusak, maka akan sudah dapat dipastikan PC anda tidak akan dapat berjalan dengan semestinya dan akan mempengaruhi kinerja, atau bahkan mati total.

Tapi, bagaimana cara mengetahui apakah Motherboard yang mengalami kerusakan dan bukan komponen lainnya? Berikut ini akan Computory berikan beberapa tanda, gejala, dan ciri-ciri motherboard rusak supaya anda dapat mengidentifikasinya.

Gejala Motherboard yang sudah rusak

Kerusakan motherboard adalah salah satu masalah paling menantang yang dapat dihadapi pengguna atau teknisi karena ada sejumlah variabel yang perlu dipertimbangkan.

Untuk menyelesaikan masalah ini, seorang teknisi biasanya harus mengeliminasi beberapa penyebab dari perangkat lunak dan perangkat keras lainnya. Biasanya, tidak ada banyak tanda yang dapat membantu Anda mendiagnosis kegagalan motherboard.

Namun begitu, beberapa gejala ini bisa menjadi penanda bahwa Motherboard anda memang sudah waktunya diganti, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Ada kerusakan fisik pada Motherboard

Hal pertama yang Anda lakukan, adalah memeriksa kondisi fisik dari motherboard. Ini akan memungkinkan Anda untuk memeriksa apakah ada kapasitor yang membengkak atau rusak yang menyebabkan masalah pada motherboard tersebut.

Kapasitor yang bocor atau membengkak biasanya merupakan akibat dari overheating, cacat material, atau umur motherboard sudah terlalu tua.

2. Ada bau terbakar

Gejala lain dari adanya masalah pada motherboard adalah munculnya bau terbakar. Umumnya, aroma terbakar yang sangat kuat merupakan indikasi bahwa komponen terlalu panas. Terkadang, mencolokkan komponen yang tidak kompatibel dapat menyebabkan panas berlebih atau kerusakan.

Jadi jika Anda telah memasang komponen apa pun sebelum muncul bau terbakar, pastikan untuk segera melepasnya. Anda tidak bisa sembarangan memasang komponen ke motherboard, jadi pastikan Anda mempertimbangkan untuk memeriksa kompatibilitas terlebih dahulu. Menghubungkan RAM atau kartu video yang tidak kompatibel misalnya dapat menyebabkan masalah parah sehingga merusak motherboard secara permanen.

3. Komputer sering freeze atau mati total

Jika komputer anda mulai sering hang atau freeze saat dioperasikan hal pertama yang harus Anda lakukan untuk memecahkan masalah itu adalah untuk melihat apakah ada software yang bermasalah.

Namun, jika Anda sudah mengesampingkan semua faktor perangkat lunak, hal berikutnya yang harus dilakukan adalah mempertimbangkan variabel perangkat keras lainnya, termasuk kemungkinan bahwa motherboard mungkin sudah mengalami kerusakan.

4. Muncul BSOD (Blue Sceen of Death)

BSOD yang terjadi pada komputer Anda tidak secara otomatis berarti ada masalah pada motherboard. Sering kali, alasan utama mungkin karena driver yang buruk atau kegagalan perangkat keras.

Jika Anda bisa, catat pesan kesalahan, terutama kode kesalahan yang terlihat seperti ini (0x000000 (0x000000,0x000000,0x000000,0x000000). Setelah Anda memiliki kode, gunakan Google untuk merisetnya untuk melihat apakah ia mengatakan sesuatu tentang kegagalan motherboard.

5. Beberapa perangkat berhenti berfungsi selama beberapa saat

Salah satu ciri motherboard rusak lainnya adalah apabila perangkat seperti keyboard atau mouse berhenti bekerja selama beberapa saat, tentunya apabila Anda sudah pastikan tidak ada masalah pada kabel ataupun baterainya.

6. Waktu booting komputer menjadi sangat lambat

Motherboard yang rusak juga dapat mengakibatkan loading komputer menjadi sangat lambat, terutama pada saat booting awal dikarenakan tahap itu merupakan tahap dimana Motherboard akan melakukan POST (Power On Self Test) untuk mengidentifikasi perangkat yang tertanam seperti jumlah RAM, hard disk, dan ketersediaan keyboard serta mouse, sebelum memuat BIOS.

7. Tidak terjadi POST

POST biasanya ditandai dengan bunyi-bunyian seperti “beep” pada saat komputer dinyalakan, dan kadang pada beberapa motherboard juga disertai dengan tulisan pada layar. Apabila hal itu tidak terjadi sama sekali meskipun kipas menyala, maka sudah hampir bisa dipastikan ada kerusakan pada Motherboard Anda.

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *