Tips Memilih CPU Cooler yang Tepat untuk PC

tips-memilih-cpu-cooler-terbaik
Photo by Artiom Vallat on Unsplash
Bagikan Artikel Ini
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on telegram
Share on email
Share on print

Berikut akan kami berikan beberapa tips memilih CPU Cooler yang tepat untuk PC / Komputer Anda sehingga tidak salah beli dan membuang-buang uang.

Salah satu keputusan terpenting ketika membangun PC Anda, terutama jika Anda berencana melakukan overclocking, adalah memilih CPU cooler / Kipas CPU yang tepat. Ini sering menjadi faktor yang menghambat bagi potensi overclocking Anda, terutama di bawah beban kerja CPU yang berkelanjutan.

CPU cooler yang Anda pilih juga dapat membuat perbedaan besar dalam hal kebisingan yang dihasilkan. Jadi membeli pendingin yang dapat menangani keluaran termal (panas) CPU Anda, baik itu di pengaturan default atau saat overclock, sangat penting untuk menghindari pelambatan dan mencapai potensi penuh sistem Anda, sambil menjaga seluruh sistem tetap tenang dan tidak berisik.

Apa fungsi Kipas CPU ?

Jenis CPU Cooler

Kipas CPU / CPU Cooler memiliki berbagai bentuk dan ukuran, tetapi sebagian besar masuk dalam salah satu dari tiga kategori utama, yaitu:

  • Pendingin udara,
  • Loop tertutup (closed loop) atau all-in-one (AIO) Water Cooling, atau
  • Pendinginan loop kustom / terbuka (custom / open-loop) Water Cooling.

Perhatikan bahwa pendingin loop terbuka sejauh ini merupakan opsi yang paling kompleks dan mahal, meskipun mereka dapat memberikan hasil pendinginan yang tak tertandingi dan penampilan yang memukau.

Kalau Anda ingin membangun PC dengan CPU Cooler loop terbuka untuk pertama kalinya mungkin ingin memeriksa jajaran produk HydroX milik Corsair.

Memilih CPU Cooler

CPU Cooler terdiri dari beberapa kombinasi heatsink logam dan kipas, tersedia dalam segala bentuk dan ukuran serta berbagai kapasitas disipasi termal (biasanya terdaftar sebagai TDP). Kipas CPU kelas atas akhir-akhir ini menyaingi banyak pendingin cairan serba guna (AIO) yang telah menjadi populer di pasar selama beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA  Apa itu Motherboard Micro ATX ?

AIO atau pendingin loop tertutup bisa (tetapi tidak selalu) umumnya lebih tenang / tidak berisik apabila dibandingkan dengan pendingin udara, tanpa memerlukan komplikasi pemotongan dan pemasangan tabung khusus dan mempertahankan tingkat cairan pendingin setelah pemasangan.

Produk CPU Cooler jenis AIO saat ini juga sudah semakin tahan terhadap kebocoran dan menjadi lebih mudah untuk dipasang. Tetapi mereka membutuhkan ruang untuk radiator, jadi mungkin memerlukan casing yang lebih besar daripada CPU Cooler jenis pendingin udara.

Apabila pendingin udara kelas atas atau AIO tidak cukup untuk mencapai clock speed yang Anda inginkan, langkah selanjutnya adalah menggunakan loop pendingin custom dengan radiator yang lebih besar yang dapat menghilangkan lebih banyak panas dari sistem.

Secara umum, semakin besar radiator pada AIO atau custom-loop cooler, semakin baik kinerjanya. Tetapi jika Anda tidak ingin mencapai overclock terbaik dengan CPU high-end desktop (HEDT) yang kuat, tidak ada alasan untuk memilih pendingin dengan radiator yang menggunakan tiga kipas besar. Untuk sebagian besar platform mainstream, sesuatu yang sederhana sudah lebih dari cukup.

Kinerja bukan satu-satunya alasan orang melihat membeli perangkat pendingin baru untuk PC mereka. Pengoperasian yang tenang/tidak berisik sering juga merupakan pertimbangan utama, terutama jika Anda sedang membangun atau meningkatkan PC media untuk ruang tamu atau PC kantor di lingkungan di mana kebisingan kipas akan mengganggu. Banyak penggemar dan gamer lebih suka sistem yang tenang.

Kelebihan dan Kekurangan Liquid Cooling / Water Cooling (Cairan) dan Air Cooling (Udara)

Berikut ini perbandingan singkat dari beberapa pro dan kontra antara pendingin udara dan cairan, untuk membantu pertimbangan Anda.

Liquid Cooling Pros Liquid Cooling Cons
+ Potensi pendinginan tertinggi – Harga umumnya lebih tinggi (dan rasio harga terhadap kinerja biasanya lebih rendah juga)
+ Lebih sedikit masalah clearance (ketersediaan ruang) di sekitar soket CPU – Adanya kemungkinan kebocoran komponen yang merusak (meskipun peluangnya kecil)
BACA JUGA  9 Mitos Terkait Hardware Komputer

 

Air Cooling Pros Air Cooling Cons
+ Harga umumnya lebih rendah (rasio harga terhadap kinerja lebih baik) Potensi pendinginan terbatas
+ Tidak diperlukan perawatan Masalah ketersediaan ruang yang meningkat di sekitar soket dengan memori, kipas, dll)
+ Tidak bocor Pemasangan sulit

Tips Membeli CPU Cooler

  • Apabila Anda membeli CPU Ryzen terbaru, kemungkinan besar Anda tidak perlu membeli pendingin, bahkan untuk overclocking. Semua prosesor Ryzen 2000-series dan beberapa model Ryzen yang lebih tua sudah disediakan bersama pendingin, dan banyak dari mereka dapat menangani overclock tingkat menengah. Jika Anda menginginkan clock speed CPU terbaik, Anda bisa juga membeli CPU Cooler aftermarket, tetapi bagi banyak pemilik Ryzen, itu tidak diperlukan.
  • Periksa ketersediaan ruang di sekitar CPU sebelum membeli. Pendingin udara besar dan model low-profile dapat bertabrakan dengan RAM dan bahkan heat sink VRM. Dan pendingin tinggi dapat menempel atau melebihi penutup atau jendela casing Anda. Pastikan untuk memeriksa dimensi dan ukuran yang diiklankan dari pendingin dan juga casing Anda sebelum membeli.
  • Lebih banyak kipas = pendinginan yang lebih baik, tetapi lebih berisik. Semakin baik kerja CPU Cooler dalam mengeluarkan udara panas dari dalam casing biasanya akan semakin bising Jika kebisingan kipas adalah masalah bagi Anda, pastikan tidak membeli CPU Cooler yang memiliki banyak kipas tetapi tetap dapat memenuhi kebutuhan atau tujuan Anda.

Artikel Lainnya

Aksesoris Komputer dan Laptop

Link/URL di bawah merupakan link afiliasi, di mana Computory akan mendapatkan komisi dari setiap pembelian yang dilakukan mengggunakan link tersebut.

Tinggalkan Balasan