Merakit PC Gaming Khusus Untuk Game Lawas (Retro)

merakit-pc-gaming-retro
Bagikan Artikel Ini
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on telegram
Share on email
Share on print

Mau tahu cara merakit PC gaming yang khusus untuk memainkan game lawas alias retro? Berikut ini akan Computory jelaskan bagaimana caranya.

Di zaman yang serba mutakhir dan online ini terkadang ada beberapa diantara kita yang ingin merasakan kembali nostalgia masa kecil di mana semuanya masih serba sederhana, terutama saat kita menghaiskan waktu dengan bermain game.

Game di masa lalu jauh berbeda dengan sekarang yang serba online, komplit dengan microtransaction atau in-game purchase (pembelian di dalam game), dan bahkan RNG serta loot box yang sifatnya untung-untungan dan menghabiskan bamyak uang.

Di zaman dulu (ok, boomer), game yang ada terbilang sederhana secara grafis, kontrolnya juga terbatas, serta tentunya tidak bisa mengakses internet sehingga tidak ada istilahnya mengunduh patch atau ada perbaikan pada bug dan semua pemain harus pasrah terima apa adanya.

Tapi kalau bicara tingkat kesulitan dan bersenang-senang, game lawas juga memiliki itu semua, dan bahkan terkadang beberapa jauh lebih sulit dikarenakan keterbatasan-keterbatasan, meskipun banyak yang tetap seru untuk dimainkan di zaman sekarang.

Selain untuk nostalgia, bagi orang tua yang tidak ingin anaknya ‘terkontaminasi’ dunia online yang ‘kejam’, di mana para cyber bully berkeliaran, dan juga pemborosan akibat banyaknya item yang dibeli di dalam game seperti skin, energy, loot box, gacha, dsb, merakit pc game retro untuk anak juga merupakan solusi yang tepat.

Lalu, bagaimana caranya?

Catatan: di artikel ini Computory hanya akan membahas soal PC dan bukan mobile (Android dan iOS).

Persiapan Merakit PC Gaming Retro

Pertama-tama, ada beberapa hal yang perlu untuk dijadikan pertimbangan sebelum mulai merakit pc gaming untuk game-game lawas, yaitu antara lain:

  • Game dari konsol mana saja yang akan di emulasi
  • Komponen hardware yang diperlukan
  • OS yang akan digunakan

Ketiga hal itu adalah yang paling mendasar untuk dipertimbangkan dan itu bahkan belum bicara soal anggaran yang perlu Anda keluarkan untuk menyediakan komponen-komponennya.

Yuk kita bahas satu persatu.

Game dan konsol apa yang akan di emulasi

Dari sejak awal video game mulai dimainkan ke rumah-rumah, konsol game lah yang hadir memenuhi kebutuhan tersebut, dan bahkan bermain game di PC masih merupakan hal yang “tidak masuk akal” karena sempat ada masa dimana tidak ada satu pun komponen PC yang mampu digunakan untuk bermain game seperti pada konsol, alias teknologinya belum sebaik sekarang.

Tapi kita kan hidup di zaman sekarang, yang berarti memainkan game dari konsol lawas seharusnya sudah tidak menjadi masalah, dan memang benar. Yang perlu diketahui adalah apa saja yang perlu disiapkan untuk bisa meng-emulasi game-game lawas tersebut ke perangkat kita nantinya.

Beberapa komponen yang diperlukan untuk emulasi adalah:

  1. Game, dalam bentuk ROM atau ISO
  2. Software Emulator
  3. BIOS (untuk game-game Playstation 1 dan 2)

ROM dan ISO

ROM itu adalah format file-file game yang dulunya berbentuk cartridge, yang digunakan oleh softaware emulator untuk memuat dan memainkan game tersebut pada PC atau laptop, Beberapa contohnya di sini adalah Nintendo (NES), Super Nintendo (SNES), Famicom, Atari, Gameboy, Gamegear,, dan Nintendo 64 (N64), serta bahkan dari game yang ada di mesin ding-dong (Arcade).

Sementara ISO adalah format dari game-game yang dulunya berbentuk CD atau DVD seperti Sega Saturn, Sony PSP, Playstation 1, Playstation 2, Panasonic 3DO, Nintendo Gamecube, Nintendo Wii, dan Sega Dreamcast.

Untuk mendapatkan ROM dan ISO tersebut, Anda bisa mencarinya di internet, karena banyak situs yang menyediakan download ROM atau ISO gratis Tapi ingat, itu ilegal ya.

Banyak situs (ilegal) yang menyediakan ROM serta ISO satuan, jadi Anda hanya unduh sesuai dengan game yang ingin dimainkan saja, tetapi ada juga yang menyediakan ROM set atau ROM pack yang biasanya pada 1 link download suidah berisikan beberapa game atau bahkan koleksi game lengkap untuk konsol tertentu.

Saat memilih ROM dari suatu game, biasanya juga akan muncul di ujung nama game tulisan-tulisan seperti J, E, USA, yang mana menandakan negara tempat rilis game tersebut. J adalah Jepang (dengan bahasa Jepang), dan E adalah Eropa (umumnya bahasa Inggris).

Software Emulator

Komponen kedua yang diperlukan adalah software emulator, yang terbagi menjadi 2 kategori:

  1. Emulator yang dikhususkan untuk satu jenis konsol tertentu
  2. Emulator yang bisa digunakan untuk dua atau lebih jenis konsol

Untuk emulator yang hanya dikhususkan untuk satu jenis konsol sangatlah banyak, tapi apabila hanya dipilih yang memiliki kinerja terbaik saja, maka daftarnya adalah seperti ini (hanya memasukkan konsol yang lumayan dikenal di Indonesia saja, dan yang tergolong “lawas”):

Perlu dicatat bahwa akan ada banyak atau beberapa game yang kemungkinan akan sulit atau malah tidak bisa dimainkan sama sekali karena kurang kompatibel dengan pemrograman emulatornya, tapi sebagian besar dari daftar di atas adalah yang terbaik dalam mengemulasi game dari masing-masing konsol.

Selanjutnya adalah emulator yang all-in-one, alias bisa memainkan berbagai platform konsol di dalam satu software. Beberapa yang terbaik diantaranya adalah:

BIOS (untuk Playstation dan Playstation 2)

Untuk bisa memainkan game Sony Playstation dan Playstation 2, Anda membutuh kan apa yang disebut dengan BIOS, yang biasanya diunduh secara terpisah dan tidak dimasukkan bersama dengan file emulator.

BIOS Playstation:

BIOS Playstation 2:

Nantinya file BIOS ini harus dipindahkan ke dalam folder bernama BIOS pada software emulator melalui Explorer.

Komponen Hardware yang Diperlukan

Bicara soal hardware, ada bermacam solusi dan alternatif yang bisa Anda coba sebelum merakit PC gaming retro. Yaitu menyesuaikan dengan kebutuhan Anda dan konsol game mana yang ingin di emulasi.

Untuk konsol game yang basisnya 2D dan cenderung ringan seperti Gameboy , Nintendo, Super Nintendo, dsb, tentunya spek yang dibutuhkan juga tidak terlalu besar. Tetapi untuk menjalankan game-game 3D, terutama di era yang lebih “baru” seperti Playstation 2 tentunya membutuhkan spek yang jauh lebih tinggi.

Jadi, anggarannya bisa beragam, mulai dari sejutaan sampai tak terhingga,

Mengapa demikian? Karena konsol game itu fungsinya haya satu, bermain game, dan komponen-komponen yang mereka gunakan semuanya dioptimalkan untuk bisa menyajikan pengalaman bermain yang lancar bebas hambatan.

Pengembang konsol menyediakan anggaran yang besar untuk riset dan pengembangan, gunas menemukan suatu teknologi baru yang dapat membantu tercapainya optimasi dan pengalaman bermain tersebut, tanpa menjadikan harga jual produk mereka menjadi terlalu mahal bagi konsumen.

Karenanya mereka punya target untuk bisa menjual konsol sebanyak-banyaknya hingga jutaan unit bahkan lebih supaya bisa “balik modal” dan akhirnya meraup keuntungan.

Sedangkan pada PC, selain memang tidk ditujukan hanya untuk bermain game saja, tetapi memiliki orientasi bisnis yang berbeda, karena PC itu di plot sebagai perangkat serba bisa, sehingga harus bisa memenuhi segala kebutuhan dan tidak hanya untuk 1 kebutuhan saja seperti pada konsol game.

Terutama pada pengembangan CPU atau processor nya, yang pada PC lebih difokuskan pada multi core, dan tiap core akan berfungsi untuk menjalankan satu jenis pekerjaan yang kemudian menyimpannya secara sementara pada RAM, sehingga kita bisa melakukan multitasking.

Kembali ke soal emulator, software ini umumnya hanya menggunakan 1-2 core dari CPU kita, jadi, memiliki CPU dengan belasan core pun tidak akan ada pengaruh dengan kinerja dari emulator, terutama kalau kecepatan per core (clock speed) nya rendah.

VGA card yang baik pun tidak terlalu pengaruh pada kecepatan kinerja software emulator, tapi akan mempengaruhi resolusi maksimal yang bisa ditampilkan, dan proses lainnya seperti anti-aliasing, shading, dan rendering.

Lalu kalau RAM bagaimana? Tergantung emulatornya, kalau hanya untuk mencapai kinerja optimal dari emulator Playstation 2, misalnya, RAM 4GB saja mestinya sudah cukup kalau PC hanya digunakan untuk kebutuhan bermain game dengan emulator. Tapi lebih besar akan lebih baik.

Menggunakan Raspberry Pi 4

Cara paling mudah (dan murah) adalah dengan membeli paketan Raspberry Pi 4 yang sudah dilengkapi casing dan microSD, kemudian mengisntall OS Retropie atau Lakka dan membeli joystick untuk bisa menambah pengalaman bermain yang mengasyikkan.

Tapi, dengan menggunakan Raspberry Pi 4 ini, agak sulit untuk bisa memainkan game 3D bahkan dari era Nintendo 64 sekalipun. Sehingga, apabila memutuskan untuk menggunakan Raspberry Pi 4, Anda hanya (amannya) bisa memainkan game Nintendo (NES), Super Nintendo, (SNES), Gameboy, Sega Genesis, dan konsol sejenis lainnya.

Jangan juga membeli Raspberry Pi di bawah seri 4, karena juga akan kesulitan dalam memainkan game, termasuk game SNES sekalipun.

Tips Memilih Komponen Untuk PC Gaming Retro

Apabila Raspberry Pi 4 bukanlah yang Anda cari, dan ingin supaya PC masih bisa digunakan untuk hal lainnya, berikut beberapa tips yang bisa dicoba untuk setiap komponen yang krusial dalam menjalankan emulator.

CPU

  • Komponen terpenting, alokasikan anggaran terbesar untuk ini
  • Jumlah core tidak terlalu penting
  • Pilih CPU yang kinerja dan kecepatan core tunggal-nya baik (lihat dari sekian GHz nya per core dan hasil uji benchmark untuk core tunggal)

VGA Card

  • Sesuaikan dengan anggaran dan jenis game yang akan dimainkan, serta resolusi yang diinginkan
  • Tidak masalah menggunakan integrated GPU, terutama milik AMD seri Ryzen, terutama apabila hanya ingin memainkan game-game 2D dari konsol lawas

RAM

  • Semakin besar maka akan semakin baik, terutama yang kecepatan (frekuensi) nya tinggi
  • Kalau hanya untuk main game 3D sampai era Playstation 2 atau Xbox gen 1 saja sepertinya 4 GB sudah sangat cukup.

HDD atau SSD

  • Kapasitasnya tergantung dari banyaknya game yang ingin disimpan, game dari era Nintendo (NES), gameboy, Sega genesis, atau SNES apabila disimpan semua (jumlahnya ribuan) kemungkinan tidak akan melebihi 100GB.
  • SSD lebih baik, tapi pakai HDD juga tidak masalah

Power Supply (PSU)

  • Tergantung dari komponen lainnya, tapi jangan gunakan PSU dari merk-merk tidak jelas terutama kalau listrik di rumah Anda tidak stabil serta tidak menggunakan stavolt.
  • Gunakan stavolt,
  • Cari yang pure power dari merk ternama (jangan PSU sembarang bawaan casing yang tidak jelas)

Joystik / Controller

  • Bisa menggunakan apa saja, tetapi akan lebih baik menggunakan merk yang sudah jelas kualitasnya seperti Logitech atau dari merk yang spesialis kebutuhan gaming,
  • Lebih bagus lagi apabila menggunakan joystik original Xbox One atau Playstation 4 yang bisa terhubung ke PC tanpa ada kendala.

Motherboard dan Casing

  • Apabila hanya ingin mainkan game konsol 2D sederhana, pertimbangkan menggunakan motherboard mini-itx atau micro atx dengan casing yang ukurannya tidak terlalu besar, supaya terkesan seperti konsol game sungguhan.
  • Motherboard harus kompatibel dengan CPU.

Sistem Operasi (OS) yang akan digunakan

Ini akan tergantung apakah PC tersebut hanya akan digunakan untuk emulasi game lawas saja atau juga digunakan seperti PC pada umumnya (browsing, office, nonton Youtube, dsb).

Apabila hanya untuk emulasi game, solusi terbaik adalah menggunakan salah satu dari kedua OS yang memag dikhususkan untuk kebutuhan tersebut, yaitu Lakka dan RetroPie.

Kalau Anda tidak ingin ambil pusing dan hanya ingin supaya PC bisa langsung digunakan bermain game, gunakanlah Lakka. Tetapi kalau Anda suka menguta-atik dan melakukan kustomisasi tampilan maka gunakanlah RetroPie.

Lakka memiliki modul emulator sendiri dan hanya bisa menggunakan modul yang mereka sediakan tersebut, sementara RetroPie bisa diintegrasikan dengan software-software emulator terpisah yang disebut di atas.

Keduanya juga sudah mendukung Raspberry Pi 4, dan Lakka juga lebih ringan dibanding RetroPie tapi sulit dikustomisasi / kustomisasinya terbatas.

Lalu kalau Windows 10 bagaimana? Tidak ada masalah, Anda bisa install RetroArch untuk mencicipi Lakka, tapi semua modul emulator harus diunduh terlebiih dahulu dari dalam aplikasi, sementara Lakka sudah terinstall modul-modul.

Retropie juga bisa digunakan pada Windows 10, dan tentunya semua software emulator yang ada di atas pun memang tersedia untuk platform Windows.

Tetapi berarti sumber daya dari hardware harus berbagi dengan Windows ya, sehingga kurang cocok kalau yang diinginkan adalah PC yang khusus untuk emulasi game dari konsol lawas.

Kemudian bisa juga menggunakan Linux yang lebih ringan dibanding Windows, karena kebanyakan emulator, entah yang tunggal atau yang all-in-one juga banyak tersedia versi Linux-nya sehingga tidak akan ada kendala.

Artikel Lainnya

One Response

  1. Ping-balik: Daftar Processor AMD Ryzen 4000 Renoir APU | Computory

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *