7 Jenis Layanan Google yang Ditutup secara Permanen

7-layanan-google-yang-ditutup
Bagikan Artikel Ini
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on telegram
Share on email
Share on print

Telah dilbaca sebanyak: 8 views

Siapa yang tidak mengenal Google? Salah satu perusahaan raksasa di dunia yang memiliki begitu banyak jenis layanan, seperti yang dikutip dari Kubik Tekno.

Mulai dari mesin pencari hingga banyak sekali aplikasi, Google membantu banyak orang untuk memudahkan melakukan pengolahan dan penyimpanan data.

Terus berinovasi membuat Google menciptakan banyak jenis layanan, ada yang laris namun ada juga yang gagal. Layanan yang gagal tentu saja tidak diteruskan dan ditutup, tahukah kamu apa saja layanan tersebut?

7 Produk dari Google yang Tidak Laku dan Ditutup

Sempat rilis di tahun 2011, Google Plus adalah produk dari Google yang merupakan salah satu platform media sosial. Layanan ini mirip dengan Facebook dan Twitter karena dapat saling menghubungkan penggunanya.

Namun karena ada beberapa masalah seperti isu keamanan membuatnya sepi peminat. Akhirnya layanan Google Plus pun ditutup oleh Google. Selain Google Plus, masih ada lagi layanan yang memiliki nasib sama, ditutup karena tidak banyak yang berminat.

1. Google Nexus

Layanan ini sebenarnya adalah smartphone keluaran dari Google sebelum hadirnya Google Pixel. Spesifikasinya cukup mumpuni dengan sistem operasi Stock Android. Versi pertama dijual tahun 2010 dengan harga sangat terjangkau namun sayang harus berhenti di tahun 2016.

Walaupun Google tidak mengabarkan secara khusus mengenai Google Nexus namun setelah tiga tahun tidak ada perkembangan yang terjadi. Artinya secara tidak langsung layanan ini sudah tidak lagi dilanjutkan dan telah digantikan Google Pixel.

BACA JUGA  Sejarah Netscape, Browser Internet Pertama yang Akhrnya Punah

2. Google Glass

Sebuah produk dari Google berupa kacamata dengan kamera 5 mp di dalamnya. Produk yang dikembangkan Google X ini memiliki sistem android. Nah dari produk ini penggunanya bisa merekam video dan mengambil foto dengan mudah.

Sayangnya kecanggihannya justru dikecam karena bisa mengganggu privasi seseorang dan keamanan. Jadi pada tahun 2015 produk ini tidak lagi diproduksi. Hanya dua tahun saja kacamata buatan Google ini berada di pasaran. 

3. Google Video

Sebelum lahirnya Youtube yang akhirnya diakuisisi Google, ada produk yang mereka luncurkan yaitu Google Video. Ditutup pada tahun 2012 karena alasan tidak ada unggahan baru dari tahun 2009.

Menengok hal tersebutlah, akhirnya Google justru memilih untuk mengakuisisi Youtube yang lebih memiliki banyak pengguna dibandingkan produk buatannya.

4. Google Buzz

Sama seperti Google Plus yang merupakan layanan media sosial. Tadinya layanan yang ditutup tahun 2011 ini digadang-gadang untuk menyaingi Facebook dan Twitter. Namun yang terjadi justru sebaliknya, aplikasi ini tidak banyak peminat.

Diluncurkan tahun 2010, fitur yang dihadirkan sangat lengkap. Penggunanya bisa berbagi link, foto, hingga video serta layanan Gmail. Semuanya sudah terintegrasi dan mudah digunakan.

5. Google Nexus Q

Rilis tahun 2012, produk ini adalah perangkat digital media player yang sangat canggih. Harga yang dipatok pertama kali sangat tinggi yaitu 300 USD atau 4,2 juta rupiah. Harganya yang terlalu tinggi itulah yang membuatnya banyak dikecam.

Namun tanpa ada kabar lagi setelah peluncuran produknya mundur, perangkat ini juga telah hilang dari daftar di Google Play.

6. Chromecast Pixel

Google juga menciptakan produk laptop yang rilis pada tahun 2013 dan menggunakan sistem os Chrome. Menggunakan Intel Core i5 dan RAM sampai 8 GB, laptop ini memiliki rasio layar 3:2 yang tergolong aneh.

BACA JUGA  Menurut Google, Among Us Game Terpopuler 2020

Karena berbagai alasan, laptop ini tidak laku di pasaran dunia. Alasan terbesarnya adalah harganya yang sangat mahal tidak seperti produsen laptop yang lainnya.

7. Project Ara

Setiap ponsel biasanya memiliki bentuk utuh, tapi Google ingin melakukan sebuah inovasi yaitu ponsel modular. Melalui ponsel ini maka beberapa aksesoris bisa dipasangkan secara leluasa. Para penggunanya pun bisa mengupgrade dari masing-masing bagian.

Sayangnya teknologi yang dikembangkan oleh Google ini tidak dilanjutkan kembali. Padahal rencananya ponsel ini akan dijual dengan harga sangat murah yaitu 1,4 juta saja. Project Ara secara resmi dibatalkan tanpa penyebab yang diketahui.

Ulasan mengenai layanan Google lain dan bagaimana cara menggunakannya bisa kamu simak juga di Kubiktekno.com. Baik itu informasi teknologi terbaru sampai tutorial akan kamu dapatkan.

Jadi mengoperasikan perangkat ponsel, aplikasi hingga siftware kini kamu tak perlu mengalami kesulitan lagi.

Artikel Terkait

Aksesoris Komputer dan Laptop

Link/URL di bawah merupakan link afiliasi, di mana Computory akan mendapatkan komisi dari setiap pembelian yang dilakukan mengggunakan link tersebut.

0 0 votes
Article Rating

Tinggalkan Balasan

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments