Taklukkan ONIC, Aerowolf Rinazmi Beberkan Kesalahan Landak Kuning

Bagikan Artikel Ini
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on telegram
Share on email
Share on print

Telah dilbaca sebanyak: 2 views

Computory.com – Genflix Aerowolf kembali memamerkan taringnya saat menghadapi mantan tim juara MPL. Setelah mengandaskan ONIC 2 vs 0, Aerowolf Rinazmi membeberkan mengenai kunci kemenangan tim sekaligus kesalahan dari lawannya.

Perlu diketahui, Sang Serigala ini mengaum begitu keras ketika mantan tim juara MPL Indonesia bertemu dengan mereka.

Tercatat, Aerowolf berhasil mengandaskan tim “mantan juara” MPL seperti RRQ Hoshi, ONIC Esports, dan EVOS Legends pada MPL Indonesia Season 6 di babak reguler sehingga sempat dijuluki “Giant Slayer” atau “Penakluk Raksasa”.

Di musim ini (MPL Season 7), mereka juga pernah mengalahkan Alter Ego dan RRQ Hoshi pada pekan sebelumnya. Aerowolf terkenal memberikan perlawanan yang cukup alot ketika menghadapi deretan tim besar.

Ketika sesi wawancara dengan media, Genflix Aerowolf Rinazmi (Azmi Naufal Ahmad) membeberkan mengenai strategi tim sekaligus kesalahan dari ONIC Esports.

Game kedua ONIC vs Genflix Aerowolf dimenangkan oleh Aerowolf. (YouTube/ MPL Indonesia)Game kedua ONIC vs Genflix Aerowolf dimenangkan oleh Aerowolf. (YouTube/ MPL Indonesia)

 

Rinazmi menjelaskan bahwa mereka menghadapi ONIC Esports sama seperti saat mengalahkan tim lain. Hanya saja ketika melawan Landak Kuning mereka melakukan improvisasi.

Saat ditanyakan mengenai kesalahan ONIC, ia tak menampik bahwa membiarkan Watt memegang Bane termasuk salah satu kesalahan Sanz dkk.

Ia juga menjelaskan bahwa saat bermain di late-game, formasi tim sudah membaik sehingga mereka memenangkan war. Perlu diketahui, Aerowolf sempat tertekan di early game, namun bisa membalikkan keadaan saat memasuki mid hingga late-game.

Genflix Aerowolf Rinazmi. (Dok MPL Indonesia)Genflix Aerowolf Rinazmi. (Dok MPL Indonesia)

 

Ya mungkin waktu di late game-nya kita sudah siap buat war, ya udah bener lah. Jadi war-nya bisa kita menangin. Gue kira itu kesalahan sih (membiarkan Bane dipilih oleh Watt). Soalnya Watt kan juga jago main Bane-nya. Kalau strategi sama seperti latihan biasa. Cuma kita tadi lebih improve aja,” kata Rinazmi.

BACA JUGA  Komentari Performa Skylar di RRQ Hoshi, Udil: Dia Belum Nemu Chemistry

Terkait sebutan Giant Slayer, Rinazmi justru menyuratkan dirinya kurang setuju. Ia beralasan bahwa saat melawan tim besar, kondisi skuatnya memang tengah on-fire sehingga mereka bisa mengandaskan tim lain.

Ia juga menjelaskan bahwa Aerowolf terkadang mempunyai mental yang tak cukup baik sehingga itu membuat mereka kalah.

Pendapat gue bukan penakluk raksasa juga. Tapi mainnya ya lagi pada PD mungkin, jadi bisa menangin game-nya. Gameplay lagi baik sama on fire juga. Aerowolf dulu sering kena mental jadi mainnya nggak sebagus yang diharapkan,” tambah Rinazmi.

Genflix Aerowolf akan menghadapi EVOS Legends dan RRQ pada besok dan pekan depan di MPL Season 7 sehingga cukup menarik untuk menantikan apakah Watt dkk bisa merepotkan atau bahkan mengandaskan tim besar seperti sebutan mereka dahulu, Giant Slayer.

Artikel ini terbit pertama kali di HITEKNO

Artikel Lainnya

Aksesoris Komputer dan Laptop

Link/URL di bawah merupakan link afiliasi, di mana Computory akan mendapatkan komisi dari setiap pembelian yang dilakukan mengggunakan link tersebut.

Tinggalkan Balasan