Sedot “Anggaran Besar”, Ubisoft Batalkan Proyek Game RPG Anyar

Bagikan Artikel Ini
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on telegram
Share on email
Share on print

Computory.com – Bergabungnya mantan desainer video game ternama Mike Laidlaw membuat fans menaruh perhatian besar pada game RPG anyar milik Ubisoft. Kabar kurang menyenangkan berhembus di mana Ubisoft dilaporkan membatalkan game “big-budget” RPG mereka.

Sebagai informasi, Mike Laidlaw, desainer video game Dragon Age telah bergabung dengan Ubisoft Entertainment pada akhir 2018 lalu.

Saat itu, ia dikabarkan langsung mengerahkan pengembangan game RPG dengan kode Avalon.

Menurut laporan dari Bloomberg, itu adalah game petualangan beranggaran besar yang melibatkan kisah Raja Arthur dan Meja Bundarnya.

Game diharapkan menghadirkan sensasi dunia fantasi pedang serta sihir yang penuh dengan ksatria berdasarkan legenda dari Abad Pertengahan.

Mike Laidlaw, desainer game Dragon Age. (Twitter/ Mike_Laidlaw)Mike Laidlaw, desainer game Dragon Age. (Twitter/ Mike_Laidlaw)

 

Bloomberg melaporkan bahwa karyawan yang tergabung dalam proyek Avalon membocorkan sebuah “pembatalan” yang cukup mengagetkan.

Proyek Avalon dibatalkan oleh Chief Creative Officer Ubisoft bernama Serge Hascoët yang memiliki pengaruh “kuat”.

Ia juga berpengaruh atas franchise blocbuster Far Cry, Assassin’s Creed, dan banyak game Action yang diterbitkan Ubisoft.

Tetapi Hasco bukan penggemar genre fantasi dan menetapkan standar tinggi untuk tim Avalon di Kota Quebec, Kanada.

Jika mereka akan membuat game fantasi, itu harus lebih baik dari Tolkien,” kata Hasco seperti yang dibocorkan oleh karyawan itu.

Game RPG anyar berkode Avalon dikabarkan memiliki elemen mirip Monster Hunter. (YouTube/ Monster Hunter)Game RPG anyar berkode Avalon dikabarkan memiliki elemen mirip Monster Hunter. (YouTube/ Monster Hunter)

 

Cengkeramannya pada kekuasaan juga menghambat kreativitas di Ubisoft, menurut orang-orang yang akrab dengan prosedur internal perusahaan.

Eksekutif perusahaan itu rupanya tidak menyukai setting pada game dan beberapa hal lainnya.

Dikutip dari Games Radar, Laidlaw dan timnya membuat beberapa kompromi untuk membujuk Hascoet, tetapi tidak berhasil.

BACA JUGA  Siapkan Memori 30 GB, Ini Spesifikasi PC Buat Marvel's Avengers

Sangat mengejutkan karena pengaruh eksekutif yang akhirnya menang, Laidlaw meninggalkan Ubisoft Quebec pada Januari tahun ini.

Hascoët sendiri meninggalkan Ubisoft pada bulan Juli tahun ini setelah adanya tuduhan pelanggaran.

Namun itu tak membuat game RPG anyar Ubisoft memiliki prospek yang cerah.

Diyakini memiliki elemen mirip Monster Hunter, game RPG Arthurian sebenarnya bisa menjadi sesuatu yang istimewa jika nantinya benar-benar diwujudkan oleh Ubisoft.

Artikel ini terbit pertama kali di HITEKNO

Artikel Lainnya

Aksesoris Komputer dan Laptop

Link/URL di bawah merupakan link afiliasi, di mana Computory akan mendapatkan komisi dari setiap pembelian yang dilakukan mengggunakan link tersebut.

Tinggalkan Balasan