Mac Berbasis ARM dipastikan Tidak Akan Support Boot Camp

boot-camp-tidak-didukung-pada-mac-arm
Bagikan Artikel Ini
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on telegram
Share on email
Share on print

Berita buruk bagi pemilik Mac yang ingin tetap menjalankan Windows. Mac berbasis ARM mendatang dari Apple tidak akan mendukung Boot Camp, utilitas gratis yang memungkinkan Anda menginstal dan menjalankan Windows 10 pada mesin Mac.

Peralihan dari Intel ke ARM ternyata membawa dampak tak sedap dari pengguna Mac yang juga masih menginstall Windows, karena nantinya Mac yang baru tidak akan dapat menjalankan Windows 10 secara native, menurut Apple SVP Craig Federighi.

“Sebenarnya boot langsung — tentu saja, kita tidak bisa mengarahkan boot mesin-mesin itu ke versi x86 Windows, yang menjadi fungsi Boot Camp selama ini. Tapi kami tidak mengizinkan boot langsung ke sistem operasi alternatif, “katanya dalam sebuah wawancara dengan blog Daring Fireball.

Pernyataan ini tentunya akan mengecewakan pengguna Mac yang telah menggunakan Boot Camp yang menggunkan macOS dan Windows pada satu perangkat sejak 2006, seperti misalnya gamer dan pengembang.

Meski demikian, Apple mengatakan pemilik Mac berbasis ARM akan dapat menjalankan sistem operasi alternatif, tetapi itu harus terjadi melalui virtualisasi. Opsi ini melibatkan instalasi perangkat lunak pihak ketiga untuk memungkinkan Anda menjalankan Windows di dalam desktop macOS tanpa perlu reboot.

Pada sisi negatifnya, karena Anda menjalankan dua sistem operasi sekaligus, virtualisasi ini akan menghabiskan lebih banyak CPU dan RAM, berpotensi memperlambat komputer Anda. Namun, Federighi berharap virtualisasi nantinya akan lebih cepat pada Mac yang didukung ARM. “Hypervisor ini bisa sangat efisien, jadi kebutuhan untuk boot langsung tidak harus benar-benar menjadi perhatian,” katanya.

Satu perusahaan, Parallels, sudah berusaha mengembangkan software virtualisasi untuk Mac yang didukung ARM, sehingga pengguna dapat menjalankan sistem operasi apa pun yang diperlukan. Di WWDC, Apple secara singkat memamerkan perangkat lunak milik Parallels yang berjalan pada Mac berbasis ARM untuk memuat Linux.

Namun, Federighi mencatat bahwa virtualisasi pada Mac baru hanya dapat menjalankan Linux versi ARM, bukan versi x86.

Ada juga cara lain supaya Windows bisa digunakan pada Mac, yaitu menggunakan Windows 10 berbasis ARM, yang digunakan di perangkat Surface. Tetapi menurut The Verge, Microsoft tidak secara terbuka menjual OS versi tersebut kepada konsumen. Sebagai gantinya, perusahaan melisensikannya ke produsen PC, yang kemudian dapat menginstalnya di perangkat mereka.

Apakah Microsoft atau Apple tertarik untuk membawa OS ke Mac baru masih belum jelas. Tetapi versi Windows 10 berbasis ARM memiliki masalah kompatibilitas-nya sendiri.

Apple membuang Intel untuk digantikan dengan prosesor ARM khusus untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi daya di sistem desktop MacBook dan Mac. Meskipun perusahaan tetap bungkam mengenai spesifikasi chip yang tepat, chipset ARM akan dibangun menggunakan teknologi prosesor yang ditemukan di iPhone dan iPad Apple.

Karenanya, Mac baru akan dapat menjalankan aplikasi iOS secara native untuk pertama kalinya.

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *